SINOPSIS KAISAR AIR MATA & DEWI AIRLANGA

Bagaimana mungkin Kaisar Air Mata menanggalkan harapan, saban waktu, saban kejadian, saban diam, telah menghanyutkan kenyataan pada hidupnya bayang-bayang. Dewi Airlangga datang, pada pelupuk mata terdalam, pada gejolak hati yang semakin hari semakin tak cukup diakal, pada otak yang mula-mula spontan membiaskan kegaduhan rasa, hingga lahirlah jutaan huruf-huruf berbaris dengan kepedihannya, dengan senyumannya, dengan segala mungkinnya perasaan dalam sukma.

Bagaimana mungkin Dewi Airlangga turut serta bergejolak sama, ada misteri yang tertutup jarak tanpa satuan, senyumnya adalah tanya, balasnya adalah tanya, tatapannya adalah tanya. Hingga tak cukup sederhana semua kejadian di sangsikan sama dengan umumnya. Roman ini jauh lebih pelik, jauh lebih tergesa-gesa jika disimpulkan sebagai drama, apalagi hanya sekadar konspirasi Kaisar Air Mata untuk menggoda Dewi Airlangga.

Semua kegelisahan, prilaku kegilaan, otak yang berjalan tak wajar, hati yang diduga melebih-lebihkan, kurang ajar sekali yang mengatakan hanya rongsokan kisah dari seorang manusia yang mengada-ada, berbohong pada kejujuran, berbohong pada aksara yang bertubi-tubi menandakan pengharapan. Kaisar Air Mata adalah kenyataan dalam dimensi yang berbeda. Dewi Airlangga adalah kenyataan yang dilarikan dari nyatanya dunia ke nyata yang “hakikat”, roman yang subsantif.

20-08-2015

No comments:

Post a Comment