VAN DER WIJCK TELAH TENGGELAM, LALU KAPAN DEWI AIRLANGGA TENGGELAM

Dewi Airlangga (74)

Buya Hamka
Saban aku melihat kembali film adopsi gubahanmu
Seperti aku ke baris waktu di hulu
Bukan alur yang menjadi soal
Tapi dua tahun lebih yang telah berlalu
Tertanda waktu gubahanku dimulai
Menulis satu persatu labuh rinduku pada seorang pujaan

Buya Hamka
Di tanah hujan kala itu tersandar
Hingga separuh-pun kini aku tak mampu mengulang
Sengaja atau berlebihan
Tenggelamnya jiwa kini serupa Zainuddin yang memilukan
Hayati-ku tak sekalipun memandang
Hayati-mu masih sempat menyanyang
Beda alur di romansa awal
Sisanya kini benar-benar menertawakanku berulang-ulang

Buya Hamka
Jika sampai kau tega menenggelamkan peran
Jadikan aku pelaku dalam karangan
Tenggelamkan hayati-ku dari ingatan
Tapi sayang...
Kau telah pergi meninggalkan harapan
Menyisakan air mata pada gerombolan pujangga siang

Buya Hamka
Nelangsa serupa iringan lagu ceritamu
Melankolis tabuh aksara dari Nidji terdengar lihai
Semakin garang saja karya-karya besar mengiringi dawai
Kini tepat pada senar di tempo paling mengenaskan
"Nelangsa...
Bunga tunggal di karang
Cantik tidak tergenggam"


13 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment