SURAT KEPADA KAWAN; CATATAN SPONTAN

Wah, temen-temenku semakin keren-keren saja. Ada yang ke luar negeri, ada yang kerja pakai ID Card, ada yang open mic depan mahasiswa, ada yang open gallery art, ada yang nikah sama neng (putranya kyai) -otomatis murok :) -, ada yang buka distro, ada yang buka programming service, ada yang buka perguruan pancak silat, ada yang menjadi Traveler "gokil", ada yang... banyak dah, keren pokoknya. Tapi yang lebih keren, aku naksir sama semangat mereka yang tak lelah mengejar mimpi-mimpinya di bawah keterpurukan semua aspek hidupnya, mereka yang meluncur seperti mesin, mereka yang anti habis tekanan angin melangitkan peluru bedil, mereka yang berwajah kusam memegang cangkul; sabit; untuk membunuh sekian rumput liar melalui setapak jalan menuju keabsolutan tujuan yang ia rangkum pada otak tengah yang sejalan dada kiri, mereka... ya mereka.... ajarkan aku "keren" sepertimu, kawan!

Bukan peng-kotak-kotakan teman, ini lebih pada salam hangat seorang kawan pada ribuan coretan dinding sekolah (yang ber-ruang kelas ataupun tanpa) yang pernah kita "pelangikan". Biar ingat saja. Bukankah pernah kutulis sebelumnya "Sebait kita tak sama, tapi sajak tetap berjudul sama", dimana; bagaimana; seperti apa kita sekarang pada letak geografis yang beda, peran yang berbeda, maka hanya lambai kertas putih kusimbolkan. Aku rindu kawan. Kabarkan! Mimpi kalian yang sempat kudengar!

05 Oktober 2015

No comments:

Post a Comment