SURAT KEPADA SAHABAT

Catatan Se-paragraf untuk yang Berbekas

Percayalah, luas geografis yang kau itari tak jauh lebih indah dari kamarku. Maka kesinilihan, aku akan memperlihatkanmu yang mirip pantai Lovina, yang mirip rerentuhan kabut di Bromo, yang mirip gemuruh auangan mobil-mobil beken di metropoitan, yang sehangat kopi jalanan di; akh; aku malas menyebutnya lagi, yang mirip hujan tanpa henti di Jawa bagian barat sana, yang mirip senja tempat kita bercumbu karya, yang mirip suasana perang emosi dialektik kaum laga, yang hampir sama persis dengan galeri permata yang kita-pun tak pernah disana. Percayalah sahabatku, ini ajakan rindu, di hampir separuh malam yang keadaanku hanya ditemani nada-nada rapi dari Simbada lirih, di hampir pucatnya mata menyelesaikan tuntutan para penunjuk kuasa, bukan kesepian, camkan, bukan kesepian, aku tak pernah kesepian, ada banyak penduduk selalu gaduh di desa Ro'sun Kecamatan Qalbon, transaksi pasar, pesta foya-foya, pun gaduh-gaduh religius yang sering mencuat ke arah langit lewat pengeras suara yang sengaja dikeraskan. Aku hanya rindu, bukan kesepian.

Salam Lagi Para Sahabat

*tak usahlah berkomentar, tak usahlah berjempol biru ke-kanak-kanak-an, cukup kau paham, cukup kau tahu, ada rindu dari tempat yang tak terdeteksi GPS.

No comments:

Post a Comment