TIDAK, TIDAK KEBETULAN

Pada kitab alam yang semua bukan kebetulan. Datang dari arah-arah "kejutan", mula-mula, tanpa sadar ia menyinggung alam kita, bukan kebetulan, lagi terkatakan, bukan kebetulan. Ia adalah kitab alam, kita patut mengkaji/mengaji, apa sebenarnya maksud, apakah penyia-nyia-an belaka, saya tegas katakan, TIDAK. Ada rentetan kode-kode yang jauh lebih pelik dari De Davinci Code, bukan soal angka saja, soal makna yang kejanggalannya jauh lebih rapi, seolah kita tak menyadarinya, bahkan kita sering menafikan kejanggalan itu. Entah bagaimana, contoh sederhana, apakah kita pernah berfikir tentang "manusia-manusia" yang menjadi lawan interaksi kita saban harinya, apakah mereka kebetulan, sekali lagi saya katakan, TIDAK. Ada kajian komprehensif yang mestinya kita uraikan dari subjektifitas-subjektifitas, bukan sekedar manusia dalam contoh, lebih luas lagi, lebih pada dimensi-dimensi yang lebih "tak kita kenali", abstraksi, ilusi, metafisik hingga yang fisik (meski yang fisik saja sudah mampu membuat kita terpukau). Maka berfikirlah.

Cogito, selamat pagi para manusia. Otak kita bukan area parkir roda-roda tak berguna.

No comments:

Post a Comment