CUMBUAAN CEMBURU


Akh, aku dicumbu cemburu
Matahari kenapa mesra sekali
Langit dibangunkan kecupan
Rindang daun dibelai lembut
Ombak dihempas berpelangi mungil

Akh, aku dicumbu cemburu
Hilir air kenapa mesra sekali
Bebatuan tajam ditaklukkan penuh sayang
Rumput liar bahkan tak sadar
Ia menari dalam terkaan
Aku cemburu cumbuaan

Akh, kenapa pembaca mulai curiga
Apa cemburuku keterlaluan
Diam diam mengedipkan mata
Jangan... Jangan...
Biar Tuhan saja menjawab pertanyaan
Sebab ruang mata sederhana
Tak mampu menampung kesempurnaan

Akh, akan kuceritakan pada waktunya
Jika cumbuaan cemburu telah mekar
Berbunga ketetapan Tuhan yang cantik jelita
Dan dengan sujud
Alhamdulillah, terima kasih Tuhan
Begini alur penuh kejutan
Begitu, sayang, akh...

16 01 2016

MENGUNDANG SEPI


Ramai sekali duniaku ini
Megapolitan semuanya
Tak ada tempat semedi lagi
Hampir lupa mantra-mantra amalan

Ramai sekali malamku ini
Tak lagi terdengar cicak memanggil
Bahkan ular menjerit tak terdengar

Ramai sekali
Wahai sepi hadirlah
Disini aku butuh dekapmu
Mulai tak nyenyak hatiku
Dimarahi kekhusukan
Diputus keikhlasan
Nelangsa

Ramai sekali duniaku ini
Malaikat-malaikat kabur
Kini pesta dansa padat jadwal
Bersama setan aku pegangan tangan
Mencumbu sekujur kesadaran

Ramai sekali
Wahai sepi hadirlah
Jika tak keberatan
Bawakanlah juga malaikat-malaikat
Biar sepi lebih sakral

26 Januari 2016

CATATAN JANJI


Dewi Airlangga (92)

Jika kelak kau bahagia maka tataplah aku pada separuh jendelamu, sebab disana kau akan menyaksikan pertunjukan perjuanganku menemukan kebahagiaanku dari selainnya kamu. Dan jika kau tak bahagia, cukup kabari aku lewat utusan-utusan hukum kesalarasan alam; entah itu angin; badai; air; dedaunan; embun; apalah yang kau niatkan untuk yakin, maka percayalah, dengan segala ketulusan hari ini yang nantinya akan menjadi masa lalu aku akan mendoakanmu dengan penuh keikhlasan. Janjiku wahai jiwa yang tak disatukan.

12 Januari 2016

RINDU YANG LARUT


Dewi Airlangga (91)

Malam yang larut
Ada nada antara ada dan tiada
Lagu mesra suara wanita
Kepedihannya kurasa
Kubawa setiap alunan pada rinduku
Terus membahana pada bilik malamku
Sengaja kuputar berulang-ulang
Hanyut sudah bersama bayang
Rinduku larut, sayang

Malam semakin larut
Lirik lagu semakin perih
"ku tak bisa menggapaimu
Tak kan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan segala rasa buatmu
Harus padam dan berakhir"

Kan selalu, sayang
Kurasa hadirmu, sayang
Antara ada dan tiada
Rinduku larut
Tahuku harus berhenti
Namun tak bisa berhenti
Harusku melupakan
Namun bagaimana cara melupakan
Rinduku larut, sayang

"Kenanganku tak henti
Bersajak tentangmu"
Aku terkurung peluk rindu, sayang
Mau lari bagaimana
Seakan nyataku tak ada
Hilang realita akal begitu saja
"kau punya segalanya
Yang aku impikan"
Begitu aku tak paham, sayang
Apa sebenarnya yang kau punya
Rinduku larut, sayang
Malamku larut bersama larutnya rindu
Rasakanlah meski kau tak merasa
Ada kenangan sajakku padamu, sayang

01.08 WIB, 11-01-2016

Kabar Sakit Sang Dewi


Dewi Airlangga (90)

Malam tadi
Kabar duka terdengar pada telinga sepi Kaisar Air Mata
Sedang bersemedi telepati dengan rindu
Ditemani detak nadi angin kelabu
Tiba-tiba saja kabar itu mengurai waktu

Sekitar 113 kilo meter dari kerajaan Singosari kuno
Sebuah istana abad 21 katanya berduka
Adalah Dewi Airlangga berparas surga
Penghuni istana yang kabarnya sakit lama

Tak sempat semalam menceritakan
Sebab teatrikal sua kata begitu dramatikal
Seperti biasa nasib Kaisar Air Mata
Dewi Airlangga tak sepenuhnya menyempurnakan cerita
Hingga lewat malam berganti pagi
Nasib nyatanya serupa
Kabar langsung Dewi Airlangga putus begitu saja

Tapi bukan soal di bumi tapa
Kaisar Air Mata kini akhirnya kembali sakti mandraguna
Bangun dari ketaksadaran akal
Secepat matahari menyambut awan musim hujan
Kaisar Air Mata mengabadikan kabar duka beriringan do’a

“Wahai Sang maha kuasa
Sujudku dengan syair
Doaku dengan syair
Sang Maha Pemberi Kesembuhan
Sembuhkanlah Dewi Airlangga dari sakitnya
Sang Maha Pemberi Kebahagiaan
Bahagiakanlah Dewi Airlangga dalam hidupnya
Wahai Sang maha pencipta cinta
Ciptakanlah cinta di hatinya jika Kau meridhainya
Wahai Sang Maha Bijaksana
Maka yakinku semua cerita bukanlah sia-sia
Maka mohon bukakanlah tabir hikmah
Yang acapkali aku lalai tentangnya
Wahai Sang Maha Segalanya
Istajib lana, Aaamin...”

05 Januari 2016

Kisah Burung Kawah Wurung


Dewi Airlangga (89)

Aku adalah burungnya
Bersama gerombolan kecil
Terbang diatas rerumputan

Tak sengaja aku duduk
Diduga Sayap lelah
Ternyata luka
Sedang mata menikmati hijau indah
Tak sengaja lagi

Langit muram
Dengan sedikit putih pipinya
Ia diam saja
Memandangiku yang bernasib sama

Benar, langit lemah
Akupun lemah
Langit cemberut
Akupun cemberut

Kemudian berharap
Langit menangislah sejadi-jadinya
Biar aku juga menangis sejadi-jadinya
Biar cepat kelar musim hujan
Dan aku buru-buru berobat sakti
Sebab aku ingin terbang lagi

Kawah wurung aku terkurung
Keindahan tak mampu memadamkan kesedihan
Tak mampu
Tak mampu
Aku burung yang terjatuh dari masa lalu

Sudahlah sembari menunggu
Aku tidur saja disini
Sebab sebentar lagi kabut menepi
Dan saatnya aku mengucurkan gundahnya hati

"wahai kabut
Aku benar benar merindukanmu
Aku ingin kau memelukku lagi
Seperti dulu kau membahagiakanku
Mirip suasana saat ini"

02 01 2016

KEPADA DOSA-DOSAKU


Assalamualaikum dosa-dosaku.
Apa kabar kalian
Apakah telah diampuni Sang Maha Pengampun
Apa kabar kalian
Apakah kalian semakin sehat
Menjadi besar sebab tumpukan-tumpukan persekutuan
Apa kabar kalian
Sedang dimanakah kalian
Apakah kalian sedang bersemedi
Atau sedang jalan-jalan mencari ampunan Ilahi

Dosa-dosaku
Maafkan aku telah menciptamu
Dari najis-najisku yang mengalir dari pori-pori
Dari borok hati yang sengaja tak kuobati
Dari mata, telinga, mulut, kaki, bahkan helai rambut ini

Dosa-dosaku
Apa kabar kalian
Apakah sedang menungguku menuju neraka
Atau telah disucikan
Sebab kalian memperoleh ampunan
O.. Dosa-dosaku
Aku khawatir tentang kalian
Apalagi hingga kini
Detik hidup ini
Aku masih saja mencipta saudara-saudara kalian
Jauh lebih menakutkan dari kalian
Mereka dosa-dosa kelaparan
Memangsa sejadi-jadinya
Bahkan aku kadang tak sadar
Mereka lahir
Melumat kemalaikatanku
Memenggal sorban ulama
Memakan sajadah
Bahkan kadang
Menyembelih sujud

O.. Dosa-dosaku
Yang tua-tua
Hingga yang baru dilahirkan
Salam kepada kalian
Assalamualaikum dosa-dosaku
Doa-doaku
Astagfirullah
Astagfirullah
Astagfirullah
Al-fatihah pada kalian
Aku memohon ampunan
Yaa Rahman Yaa Rahiim
Astagfirullah

01-01-2016