CUMBUAAN CEMBURU


Akh, aku dicumbu cemburu
Matahari kenapa mesra sekali
Langit dibangunkan kecupan
Rindang daun dibelai lembut
Ombak dihempas berpelangi mungil

Akh, aku dicumbu cemburu
Hilir air kenapa mesra sekali
Bebatuan tajam ditaklukkan penuh sayang
Rumput liar bahkan tak sadar
Ia menari dalam terkaan
Aku cemburu cumbuaan

Akh, kenapa pembaca mulai curiga
Apa cemburuku keterlaluan
Diam diam mengedipkan mata
Jangan... Jangan...
Biar Tuhan saja menjawab pertanyaan
Sebab ruang mata sederhana
Tak mampu menampung kesempurnaan

Akh, akan kuceritakan pada waktunya
Jika cumbuaan cemburu telah mekar
Berbunga ketetapan Tuhan yang cantik jelita
Dan dengan sujud
Alhamdulillah, terima kasih Tuhan
Begini alur penuh kejutan
Begitu, sayang, akh...

16 01 2016

No comments:

Post a Comment