Kisah Burung Kawah Wurung


Dewi Airlangga (89)

Aku adalah burungnya
Bersama gerombolan kecil
Terbang diatas rerumputan

Tak sengaja aku duduk
Diduga Sayap lelah
Ternyata luka
Sedang mata menikmati hijau indah
Tak sengaja lagi

Langit muram
Dengan sedikit putih pipinya
Ia diam saja
Memandangiku yang bernasib sama

Benar, langit lemah
Akupun lemah
Langit cemberut
Akupun cemberut

Kemudian berharap
Langit menangislah sejadi-jadinya
Biar aku juga menangis sejadi-jadinya
Biar cepat kelar musim hujan
Dan aku buru-buru berobat sakti
Sebab aku ingin terbang lagi

Kawah wurung aku terkurung
Keindahan tak mampu memadamkan kesedihan
Tak mampu
Tak mampu
Aku burung yang terjatuh dari masa lalu

Sudahlah sembari menunggu
Aku tidur saja disini
Sebab sebentar lagi kabut menepi
Dan saatnya aku mengucurkan gundahnya hati

"wahai kabut
Aku benar benar merindukanmu
Aku ingin kau memelukku lagi
Seperti dulu kau membahagiakanku
Mirip suasana saat ini"

02 01 2016

No comments:

Post a Comment