MENANYAKAN MALAS

Entah siapa malas itu
Sudah kuseduh kopi
Tapi tak sepucuk surat-pun memberitahu
Sudah kuputar lagu-lagu pancingan
Si malas tak nongol juga

Entah siapa malas itu
Seakan ia borgol tanganku
Kaki dipasung
Mata diam-diam bingung
Kemana memandang keinginan
Otak kemana-mana hingga dimana-mana
Tak usai satu rangkai
Rangkai lain cerita
Begitu hati
Tanya-tanya bertanya
Apa hendak dibuat
Dicipta
Di.... oh.... siapa engkau sebenarnya malas...

Datang hujan menggebu-gebu
Runtuh permadani langit
Kuusap perlahan rona hati
Kucubiti raga
Sadarlah-sadarlah
Datang sukma-sukma masa lalu
Kedinginan
Kusegerakan selimut
Kutidurkan pada aksara-aksara tanya
Meski malas tak kunjung ada jawab
Kusibukkan saja menjamu
Hingga bisu
Tak kudengar kecuali hentakan
Tak kulihat kecuali nostalgia
Memasang serpihan demi serpihan
Mungkin malas dijawab disana

Kuseduh kopi lagi
Hei malas...
Siapa sebenarnya
Kutodongkan pistol
Padahal ia tak dimata
Dan kurasa ia telah kabur
Esok kutunggu
Biar segera kukenal
Wahai malas...

16 02 2016

No comments:

Post a Comment