SURAT TERBUKA PADA CALON ISTRIKU

Sayang
Disana yang bersembunyi dibalik kelakar alam
Sayang
Disana yang menunggu kepastian pinangan
Sayang
Disana yang berdoa diam-diam
Ini surat terbuka untukmu
Dari pangeran melankolis yang kebanjiran tangis
Dari serpihan tunggal yang berhukum kesengajaan alam
Dari nafas yang masih kebetulan piawai merekam harapan

Sayang
Jika kau merasa kekosongan, maka tenanglah
Aku punya sejuta kejutan yang kelak kupersembahkan
Jika kau merasa wanita hampa, maka tenanglah
Aku punya sejuta rasa yang kelak kupertontonkan
Jika kau merasa bukan siapa-siapa, maka tenanglah
Aku punya aku yang kelak kujadikan engkau merasa

Sayang
Ini bukan kesombongan teka-tekiku
Ini pucuk melati di musim kemarau
Ini hujatan pada keegoisan
Yang mula-mula menginginkan kesempurnaan
Sayang
Sekali lagi, ini bukan kesombongan
Sejagat makna tak cukup digatra sederhana
Pun engkau, luapan perasaan yang menihilkan nyata
Dari itu sayang
Maka tersebutlah surat terbuka
Sebab mata kini telah lelah
Menangisi cerdikmu bermain reka

Sayang
Dengan rinduku yang penuh abstraksi
Di bumi bagian mana selanjutnya terjadi
Maka bacalah ini
Kau akan tersenyum magis
Semagis kesengajaan alam yang ditakdirkan Tuhan
Begitu saja, Sayang
Salam rindu dari masa lalu

Rabu, 15 Maret 2016

No comments:

Post a Comment