MENUJU PERSAKSIAN YANG SEKIAN

Malam ini aku ingin pergi pada sepucuk surat alam. Isinya adalah rimba raya berhambur teka teki makna. Rimba yang kosong, luas, padahal rimba.

Di arah depan, ketika aku mulai melangkahi jalan, sebuah silau menghantam mata, terang saja aku terkejut lalu tak sengaja kututup mata.

Benar-benar diluar duga ketika kubuka pandang perlahan-lahan, bayangan itu, bayangan biru, bayangan yang mengalahkan objeknya.

Oo.. Apalah ini, mataku hampir buta, ternyata tak sampai buta. Kuperhatikan, oo... Indahnya. Cukup, cukup alam, kau cukup menunjukkan kebesaran Tuhan, kini sadarku menyaksikan, Laa Ilaaha Illallah....

Kemudian aku bersujud hati, bersajadah sajak ini, aku ingin banyak berdzikir, sebab rimba raya tak semudah hamparan kosong, lebih rumit dari anggapan mata terlantar. Sekian malam ini.

16 04 2016

No comments:

Post a Comment