MERANANYA RAGA

Inilah merana
Tanpa kopi
Sedang pori menutup jendela
Malam yang muram
Sebatas menyaksikan sisa hujan
Di punggung jalan
Kemudian pulang
Sudahlah...
Kepala menengadah pada anak atap
Merana sekali raga ini
Sedang hati bercinta
Dan otak bersenda gurau dengan sunyi
Lalu hati ingat tawa
Segera kuusaikan puisi ini

18 April 2016

No comments:

Post a Comment