HIDUP DI JALANAN MENUJU PULANG

Bibir ini tak cakap merayu
Pada makhluk Tuhan yang dipertanyakan
Mata ini tak lihai berkedip
Pada tatapan yang dirahasiakan
Telinga ini tak terlatih sebagai kenyamanan
Pada lisan yang dioles pewarna
Otak ini tak diisi drama pemikat
Pada perasaan yang diundang bercengkrama
Hati ini tak cukup mampu memanggil
Pada hati yang ditakdirkan bersanding
Apalagi menetapkan takdir
Siapalah diri ini yang hanya bersila tunggu
Memejamkan mata megikuti irama nyata
Menyibukkan bibir memanjatkan dzikir
Membijakkan telingga mendengarkan bisikan tanda
Mengajak otak mengarungi waktu bersila tunggu
Membelai hati memulaskannya pada keyakinan
Di semenanjung asa yang penuh cibiran
Amat sia-sia tak menggubrisnya dengan makna
Pada aksara-aksara nisan ketetapan
Akan dibacakan oleh sejagat mata berbeda
Di waktu yang mungkin
Saat mereka tak sengaja mengenali jiwa ilalang
Hidup di jalanan menuju pulang

Jambesari, Sabtu, 14 Mei 2016

No comments:

Post a Comment