MELEPAS PAGI DI KENING KOTA

Ada cina ber-anjing tanpa rantai; wuh
Ada perawan ber-hijab tanpa pasangan; heh
Ada pe-sepeda ber-seragam mengayun santai; hem
Ada tukang sapu jalanan khusuk memungut sesampahan; jos
Ada tukang parkir sibuk meniup peluit; wit
Ada pasangan sepuh berlari dengan keromantisan; asik
Ada tentara pensiunan gagah dengan peluh bermandikan; wow
Ada sekuriti-sekuriti dikawal atasan sembari bernyanyi lantang; yo
Ada banyak lagi di kening kota
Pagi ini berdansa dengan terbitnya matahari

Ada sukma-sukma dengan beragam keadaan
Melenyapkan kekosongan
Melenyapkan metabolisme yang belum kelar
Mengais buih-buih kelanjutan bernafas
Atau hanya sekedar memperhatikan kebijakan alam berhajat
Di kening kota
Pada gugurnya dedaunan tanpa campur tangan angin
Saat terik masih belum melahap keramaian

Seperti pesta tanpa hidangan
Meminum minuman sesuka mata
Mencicipi embun yang sebentar lagi habis dikunyah knalpot kota
Menggigil menulis perpisahan pagi di kening kota
Berkompetesi dengan karpet aspal
Seakan semua berdandan sambil menghadap kamera
Paparazzi tuntutan memaksa otak
Habis sudah pagi
Dibawa pada rimba yang entah dimana

13 Mei 2016

No comments:

Post a Comment