MENGADILI SEJARAH


*Sumbangsih sajak pemberitaan tentang G30S PKI yang semakin runyam menguak fakta kebenarannya.

Hari ini semakin gencar
Genjer-genjer semakin ramai diputar
Entah sebagai bentuk kegagahan
Atau hanya sensasi kaum labil yang haus perhatian
Atau benar-benar kebangkitan

Semakin gencar
Bendera merah ber-palu arit berkibar
Terjadi pencopotan dimana-mana
Entah sebagai dalih kebebasan ekspresi
Atau hanya meramaikan media pagi

Sempat diberitakan
Turis-pun diringkus di pulau dewata
Sebab ia tak paham akar sejarah Indonesia
Palu arit ia bentangkan perkasa
Hingga berkecamuklah aduan warga

Hari semakin gencar
Kian banyak acara “kamuflase” dibubarkan
Pagelaran sastra
Pagelaran sinema
Bahkan pagelaran akademis
Entahlah yang benar bagaimana

Mengadili sejarah
Skenario semakin runyam
Rupanya sang korban 65 menuntut keadilan
Meminta pembersihan nama baik oleh pemerintahan
Tuntutan perminta-maafan
Penyiksaan di masa lalu; para korban menggerutu

Tak cukup begitu
Pembenaran pelanggaran HAM menggebu
Korban pembuangan ke pulau Bulu
Rupanya semakin lantang menyiarkan pilu
Bahkan hingga sekarang
Terlantar sebagai identitas yang dikucilkan

Seribu cara kebijaksanaan terlontar
Dari penulis beken hingga presiden
Kebijakan konstitusional
Kebijakan sosial
Kini berbondong-bondong memikirkan
Mengadili masa lalu
Mengadili sejarah bangsa yang ber-abu

Perlukah atau benarkah
Membongkar kuburan masal menakutkan
Demi menyingkap “rahasia” kenegaraan
Tak ada buku sejarah resmi tragedi pertiwi ini
Seperti kuburan tanpa nisan
Tapi tanahnya semakin menjulang
Seperti mayat berumur 50 tahunan
Tapi aromanya bak sehari silam

Mengadili sejarah
Seperti otopsi yang berkali-kali
Dokternya ganti-ganti
Ruangannya tetap saja tanah pribumi
Dari reformasi kini Jokowi
Sebenarnya apa yang nyatanya terjadi
Sejarah basa basi

Jambesari, 11 Mei 2016

No comments:

Post a Comment