MENYURATI LELAH

Kpd. Yth. Saudara Lelah
Di Kediaman

Assalamualaikum, wr.wb.
Kepada Saudara Lelah yang urung disebut perjuangan
Keringat yang semoga tak hanya kau perjual belikan
Pada pasar dunia yang kerap tak mempedulikan kebarokahan
Semesta raga yang bertumpu pada intisari
Dimana maknawi kini menjalar tanpa surgawi
Semoga masih ada goresan nurani
Dimana tak hanya tangan berperih bukti
Dimana tak hanya kaki merintih saban hari
Dimana tak hanya seisi kepala ini
Menggelinding menggugurkan pertukaran kertas berduri
Saudara Lelah yang sedang menyeruput kopi
Ingatlah siapa kau terjadi
Ingatlah apa kau terjadi
Kau peluang dari sekian banyaknya kesempatan
Dari sekian sedikitnya ke-tak-mungkinan
Kurang ajar jika kau abaikan kebanyakan
Pada celah jendela yang menyelinap terik mentari
Lihatlah debu halus berterbangan
Disana banyak ruang kosong untuk berjemur asa
Seperti itulah peluang memerangi kemalasan
Cukup kau rela kepanasan
Sembari berusaha agar tak tertiup angin kepentingan
Sebab jika itu terjadi
Terbawalah kau pada kegelapan yang nyaman
Atau bisa jadi gugur pada lantai kemalasan
Tanpa segalanya
Saudaraku Lelah
Cukup sekian surat dari Sahabatmu di satu titik waktu
Jika kau rindu
Maka kirim kembali surat ini padaku
Salam hangat persahabatan
Assalamualaikum, wr.wb.

19 Mei 2016
Sahabatmu

Ahmad Taufiq

No comments:

Post a Comment