RUH NAKAL

Pengap
Kepala bising
Dada mengayun pelan
Angin;
Yang ditiduri terik
Senja berlabuh
Peluh kucur perlahan
Sementara gersang
Panen yang mana
Jangan sombong;
Yang halus
Mengancam iman
Bukankah telanjang
Bahkan tanpa raga
Terbang;
Yang disudahi kekal
Pada Sang Tunggal
Puncak segala perjalanan
Bercumbu;
Sehabis masa tanah ibu
Berladang
Di musim kilat
Selamat tinggal
Tamat
Berubahlah judul
Aktor ber-ruh sama
Semoga;
Melihat Tuhan
Hamba yang nakal
Ruh di sajak rindu

Senja di Jambesari, 15 Mei 2016

No comments:

Post a Comment