SAPARDI; AKU MENYAPAMU

Sapardi
Aku menyapamu pagi ini
Lewat jalan samanya kita manusia
Samanya kita; begini
Gila yang digila-gilakan
Tenggelam yang ditenggelam-gelamkan
Samudra ini terlalu dalam Sapardi
Beda kelas
Tertinggal aku; disalip keruh mukamu
Disalip tekun aksara yang selalu kau rindukan
Heranku
Perahu Kertas*-mu kini tak karam
Padahal ombak kesusastraan kian sangar...
Di Tanah hitam putih negeri ini
Sapardi
Apa karena kau punya; judulnya...
Ayat-ayat api*
Berkobar percik-percik
Malah sebagian membakar kemejaku
Kulucuti; lalu kubuat pemanas kopi
Biar mataku melotot
Pada Sihir Hujan* saktimu
Hingga akan Hujan Bulan Juni*; Sapardi
Setelah kau buat aku kepanasan
Kau akan buat aku kedinginan
Sesederhana petik sajakmu
Mengalir; menghempas detak waktu
Menyeret sekumpulan angan
Dadaku yang sesak
Kembali ronta kekanak-kanakan
Bak Mata Jendela*
Kulihat hamparan tempat bermain; luas
Dari bilik pojok-ku yang letih
Dan; Sapardi
Aku tergelincir
Jatuh pada pundakmu

21 Mei 2016

Sapardi, bernama lengkap Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair (pujangga) Indonesia yang dikenal melalui puisi-puisinya yang menggunakan kata-kata sederhana tapi tetap dengan keindahannya, serta makna yang luar biasa, sehingga sangat populer baik di kalangan sastrawan ataupun khalayak umum.

Tanda bintang (*) adalah sebagian Judul-judul buku karya beliau.

Salam Kesusastraan Nusantara Bung Sapardi

No comments:

Post a Comment