SIANG DI SETUMPUK KERTAS

Adzan berkumandang; dhuhur kalau tak salah
Bersila peluh di atas setumpuk kertas
Sesekali terdengar jeritan knalpot seberang pagar
Klakson dengan ritme jempol masing-masing tangan
Kutarik sedikit kopiah hitam ke belakang
Angin;
Hempaslah basah mungil ini dari pintu samping kiri
Sampai kemudian; ditengah harap
Kulucuti selimut kaki
Sentuhan pertama pada lantai putih berdebu tipis
Dingin rasanya sampai pada hati
Di setumpuk kertas
Hadirlah kekhusuk-an
Jangan bertingkah keduniaan
Ada hal yang lebih penting dipungut pelan-pelan
Sebelum dicuri setannya diri

Pojok Sekolahan, 23 Mei 2016

No comments:

Post a Comment