MALAM DIJARAH DEWI

Dewi Airlangga (94)

Diam
Tak usah berisik
Baca saja jika ingin kalian baca

Dewi Airlangga
Siapa yang tak tahu
Dia adalah sosok ciptaan puisi
Bertahun-tahun disangka
Dari kabut
Percikan tetes hujan
Hingga mengalir sebagai sungai
Samudera
Lalu lahirlah Dewi Airlangga

Seperti mitos para dewa
Puisi telah mendewakannya
Siapa yang tak tahu
Penciptanya telah dianggap gila
Bagaimana tidak
Nurani telah dijarah
Dirampas hingga tiada isinya

Hahahaha...
Dewi Airlangga
Begitu deras bernostalgia
Malam ini kau jarah lagi
Pada suatu jarum jam
Berdetak hidup
Tak sengaja kubaca kau dalam puisi
Yang lebat
Hujan puisi waktu itu

Diam
Tak usah berisik
Baca saja jika ingin kalian baca

Dewi Airlangga
Ini bukan kembalinya asa
Hanya rindu yang tak sengaja
Dengan lampion kubelakangi
Biarkan redup ini surga
Tak usah berfikir nelangsa
Mitos ini sungguh kebanggaan masa
Bagaimana aku tajam
Melawan romansa

Hahahaha...
Dewi Airlangga
Sepertinya akan panjang diksi ini
Kuselesaikan saja
Takut ada yang curiga
Takut ada yang tak terima
Takut ada jiwamu yang terusik lagi
Sedang aku telah menyelesaikannya
Pada perpisahan senyum
Yang kupaksa terjadi

Selamat pada malam
Kau telah dijarah
Dirampas masa lalu
Di tanah Kaisar Air Mata

Jambesari, 20 Juni 2016

No comments:

Post a Comment