TAKUT MENULIS SEPI

Terlalu takut
Karena sulit dirayakan
Menulis sepi adalah menulis takdir
Hanya mampu dibaca mata terbuka
Sebab lainnya
Tanpa mata-pun kita bisa
Terlalu banyak mendefinisikan sepi
Ada yang berdansa bersama angin
Meneriaki setan
Bahkan menuntut Tuhan
Terlalu takut
Karena memang berwajah seram
Siapa tak takut
Bahkan menulispun
Karena itu kulempar batu nisan
Kurayakan sepi
Di pucuk dedaunan malam
Yang disebut kemenangan
Sebab kekalahan telah disandangkan
Bagi yang kesepian
Dan pada suatu rindu
Bibir akan tersenyum
Mengeja yang terlewatkan
Yang ditakuti sekawanan pecundang

30 juni 2016

No comments:

Post a Comment