PENGAMEN MALAM JUM'AT

“Hancur hati ini
Melihat kau telah pergi
Hancur diri ini
Melihat semua ini”

Kira-kira begitu
Lirik itu manis di bawah gerombolan bintang
Ditambah petikan senar gitar
Pengamen lihai mengajak hati berdendang

Tapi, ini malam jum’at
Maghrib masih tak usai
Dan entahlah
Seperti ada hati yang sepenuhnya tak ikut menyanyi
Dawai yang terganjal

Seperti hujan
Terhalang menghantam kegersangan
Dan entahlah
Ada yang janggal tentang pengamen malam jum’at
Jauh dari tarik ulur mengadili
Kiranya cukuplah mengerti
Kenapa langit bisu
Jangkrik khusuk melantunkan dzikirnya
Burung-burung damai pada sangkar
Dan suara anak kecil itu
Lirih dari alif sampai alif lagi

Dan ada salam sepuh
Kaum kubur menagih dari pintu
Kemana anak-anak-ku
Kemana anak-anak-ku
Temui aku
Temui aku
Berkali-kali mereka rindu
Ingin bertemu para cucu

Akh, sudahlah
Ini malam jum’at
Mungkin para pengamen berfatihah diam-diam
Sedang kita sebenarnya lupa bertamu ruh-ruh moyang

Selagi ingat
Pengamen malam jum’at
Ayo bernyanyi bersama-sama

“Hancur hati ini
Melihat sesepuh pergi
Hancur diri ini
Tak sempat berfatihah lagi”

Malam Jumat, 28 Juli 2016

 #Ojo’LaliTahlil

No comments:

Post a Comment