SELAMAT JALAN LAGI SAHABAT

Seperti biasa
Aku tak mampu menampakkan mataku
Takut kau tahu
Perih melihat langkahmu
Pergi menerobos angin
Menerobos waktu dari aku
Yang masih menahan sejarahmu

Dua kali sudah
Perpisahan di depan rumahku
Hari ini jauh berbeda
Sebab langkahmu sendirian
Apalagi seharian kita lewati hujan
Sajian kopi
Hingga sudut administrasi pertiwi
Hahay...

Sudahlah sahabatku
Kau pergi lagi
Pergi lagi
Aku menahan kepergianmu lagi
Pada jeruji puisi ini
Dimana kita pernah dipenjara bersama
Di tempat yang sama
Yakni kata

Selamat jalan lagi sahabat
Hati hati di jalan
Sebab jalan kita telah berbeda
Aku tak tahu sepelik apa jalanmu
Seindah apa jalanmu
Paling tidak
Kabarkan jalan kita selanjutnya
Mungkin satu diantara kita menunjukkan jalan
Jika kelak kita tersesat dari tujuan

Tapi semoga saja tak hujan lagi
Aku khawatir kau kedinginan
Meski kau sebut jaketmu jaket anti badai
Namanya juga khawatir
Takut ada nestapa lebih berat dari badai
Ini hanya do’a
Kubuka misteri diksi
Takut kau tak mengerti

Dan apalagi
Masih banyak keromantisan ini
Hanya saja tanganku sudah tak lihai
Menyeret kenyataan pada bait mapan
Begini saja
Selebihnya aku nikmati sendiri
Betapa -dingin ini- cerita abadi
Yang akan kubaca lagi
Meski kau telah pergi
Berkali-kali
Dan akan kuucapkan selamat jalan
Lagi dan lagi
Tanpa jabat tangan
Karena aku yakin
Kita akan bertemu lagi

Selamat Jalan
Sampaikan salamku pada belahan bumi
Yang akan kau pijaki

Jambesari, 14 Juli 2016

No comments:

Post a Comment