API MULUTKU KAMBUH; MAAFKANLAH

Maafkanlah anakku
Api mulutku kambuh
Sebab hatiku bernoda lusuh
Maafkanlah anakku
Aku masih belajar diriku
Api ini penyakitku
Dan kusadar itu
Tapi beginilah aku
Manusia sejuta kekerdilan
Masih terus menelaah kehidupan
Utamanya aku, aku, aku
Kajian yang tak pernah berlalu
Sembuh, kambuh, sembuh
Kambuh lagi
Bahkan lebih nista
Api mulutku berkibar
Sejenak dengan kesombongan
Maafkanlah
Sekali lagi maafkanlah anakku
Kau dari rahim tak kukenal
Dilahirkan secara kebetulan
Dan aku seolah ayahmu
Yang terjebak status sosial
Dan kini kau terima api dari mulutku
Maafkanlah
Semoga kau tak terbakar
Terimalah jabat tanganku
Mungkin ia air
Dan api akan padam

13 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment