Melihat Kalian Menari

Dan kulihat kalian menari, aku hanya disini, masih bermandi peluh untuk mementaskan tarianku, sebab aku masih tak tahu, di pentas yang mana, dan di nomor urut berapa?, aku pantas menari ria... Ya... Aku berlatih saja dulu, ditemani segelas dahaga harapan. Dan jika tak sampai kupentaskan, maka kusimpan gerak tarian milikku, kutulis dalam sebuah naskah, dan mungkin ada yang mempelajari tanpa sengaja, bahwa ada kemenangan yang gagal dimenangkan. Dan kulihat lagi kalian menari, mata kalian berbinar-binar, aku turut bahagia, menyaksikan kalian menari dengan kemenangan, sebab aku tahu, di depan mataku peluh kalian riang pada setiap latihan. "Tak ada seniman terlatih, semuanya berlatih" begitu dulu kita berucap.

00.49 WIB

No comments:

Post a Comment