MENERTAWAKAN TAWA

Bibir yang mana lagi
Tertawa untuk tawanya
Selain kita
Duduk di atas alas sama
Memandang lucunya tawa
Menertawakan
Sampai matahari ke matahari
Bulan ke bulan
Senja ke senja
Saat mereka sama-sama menjauh
Sebagian menganggap tak lucu
Bibir yang tak sama
Manis madu adalah hidangan saban hari
Tapi tidak dengan kita
Datang sunyi
Lampu sorot
Bibir kita menari
Tertawa sepuasnya
Wajah kita tetap sunyi
Ternyata
Kita menertawakan tawa kita sendiri
Hingga datang
Yang benar-benar tak lucu
Saat kita sedang duduk dengan kerendahan
Tangan kita menengadah
Air mata kita gugur membanjiri sajadah
Padahal ini tak lucu
Tetap kita tertawa
Menertawakan tawa kita
Semakin jauh
Karena yang lucu
Ternyata tawa kita sendiri
Berhari-hari
Hingga letih
Dan mungkin sudah saatnya kita sudahi
Tawa kita sudah tak lucu
Mulai belajar tersenyum
Sedang ada perjalanan
Menuju kita
Membawa amanah
Yang tak patut kita tertawai
Mungkin kita
Atau mungkin hanya
Yang menulis sembari tertawa

31 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment