PENANTIAN DI UJUNG PAGI

Kenapa pagi ini kau tak datang, padahal sebungkus rokok dan secangkir kopi telah kusiapkan. Bahkan pintuku yang menghadap ke arah barat telah kubuka penuh. Tidak kecewa, tidak, aku tidak kecewa, hanya saja dadaku semakin tak kuat menghabiskan rokok dan kopiku sendirian. Ingatlah, jika sampai matahari terlihat batang hidungnya, maka maafkanlah, sisa rokok akan kubuang, dan kopi kujadikan tinta untuk menulis lanjutan cerita.

29 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment