SALAM PANTURA

Pantura Paiton

Lari dari matahari
Kuterka wajah kabut
Dingin membelai
Mukaku kerut
Lalu hangat
Pantai mulai kulihat
Ramai jalan ini
Mesin-mesin raksasa
Deru tak ada henti
Asap yang dulu bersaudara
Kini hidungku agak risau
Sebab lama tak menyapa

Pantura
Pagi ini aku melamun
Di bahumu yang berkerikil
Kopi racikan sahabatmu
Tak lupa kupesan rokok berkelas
Mumpung ada uang kertas
Lalu kuperhatikan kerutmu
Kau masih diam
Diinjak kesibukan petualang

Pantura
Permisi aku katakan
Sehari ini niatku membelaimu
Sampai senja
Atau mungkin malam
Atau mungkin pagi selanjutnya
Dan jika boleh
Ijinkan aku mengkaji sekujurmu
Yang masih tak dipertanyakan
Oleh siapa-siapa

Pantura, Paiton, 04 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment