SELAMAT PAGI; MARI MULAI MEMBELAI LANGIT

Meski masih panas geosentris dan heleosentris
Bumi bulat atau datar
Kita masih sama ber-langit membentang
Malam berbintang
Siang bersinar terang
Apalagi langitku
Yang sedang berwajah kemarau

Selamat pagi
Pada langit kita masing-masing
Mari mulai membelai mereka
Dengan telapak tangan kita yang keruh
Yang kasar dikeruk perjuangan
Mari mulai membelai mereka
Dengan empati hati kita yang lusuh
Yang dihujat gesekan bermacam bebatuan
Meski masih dari kejauhan

Selamat pagi
Langit melangit-lah
Kita berjanji mengejar
Meski tak secepat teori cahaya menghajar
Sebab kita bukan atom mungil cerdik sakti
Kita atom kenyataan
Penuh gugusan yang berat melawan
Maka datangilah langit kita masing-masing
Meski perlahan
Belai dari kejauhan-pun tak apa
Sebab rindu akan membawa kita
Pada langit yang menunggu nelangsa

Selamat pagi
Mari mulai membelai langit
Meski hanya dengan sekedar puisi
Dengan sekedar sapa imajinasi
Dengan apapun cara kita
Biar tak amnesia
Dan langit juga tak amnesia

27 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment