SELAMAT ULANG TAHUN AKU; INGATLAH KEMATIAN

Ini kado untukmu
Dari otak yang kebetulan lahir denganmu
Dari hati yang kebetulan lahir denganmu
Ini kado untukmu
Penyambung kekompakan kita
Kita ajak jemari menari
Kita ajak mata menatap
Kita ajak telingan dengan instrumen pendukung
Kita ajak mulut menambah kekhusuk-an
Dengan sesekali menyeduh kopi
Mengepulkan aroma tembakau
Kita ajak kekompakan kita
Membingkai kado untukmu
Di ulang tahunmu
Selamat ulang tahun Aku
Selamat telah bersama kita
Yang semakin tua
Semakin pendek interval kesempatan kita
Kesempatan memperbaiki
Kesempatan menemukan manusia yang benar
Manusia yang seutuhnya manusia
Sebab kita masih binatang;
Manusia yang benar-benar ber-Tuhan
Sebab kadang kita lupa ber-Tuhan;
Manusia yang seutuhnya hidup
Sebab kadang kita tak merasakan hidup;
Selamat ulang tahun Aku
Kita sama-sama tak tahu
Kapan kita berpisah
Kapan kita dimakan tanah
Kapan kita yang lain menghadap Tuhan
Kita adalah kekompakan pelbagai dimensi
Kita penanggung jawab
Sebab kita hamba dan kholifah
Sudahkah kita benar-benar menjalankan peran
Padahal jika hitungan normal
Kita sudah separuh jalan
Seperti analogi para sesepuh
Jika kita hanya singgah di jalan sembari memesan kopi
Maka kopi kita sudah sisa separuh gelas
Bagaimana kalau kemudian tumpah
Sebab kita tak bisa menduganya
Sudah siapkah kita berjalan
Pada hakikat sesungguhnya kehidupan
Selamat ulang tahun Aku
Sepertinya kita sudah sama-sama paham
Hanya bagaimana tetap belajar
Menjaga keimanan
Semoga panjang umur Aku
Semoga diberikan umur barokah
Jika kopi habis pada waktu normal
Semoga husnul khotimah
Jika kopi tumpah
Semoga husnul khotimah
Dengan jika-jika yang lain yang tidak kita tahu
Sebab ada yang Maha Mengetahui
Semoga kita husnul khotimah
Di penghujung angka umur kita
Entah kapan???

Tanah Lahir, 16 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment