TIDURKU, PADAHAL MATA TERBUKA

Ini tulisan ujung keputus-asa-an
Aku tertidur
Saat mata masih terbuka
Awalnya aku malu menceritakan
Tapi puisiku merintih
Mengajakku menulis kejujuran
Tentang yang sempat putus-asa
Di sebuah jalan
Dimana seakan buntu
Padahal banyak sekali
Hanya karena kabut
Hati yang buta
Bahkan Tuhan sengaja ditinggalkan
Berkali-kali
Semoga diampuni dosa
Yang bersembunyi diam-diam
Dibawah air mata
Ketika aku tertidur
Beranjak kupinang semua sadarku
Meski tak-sepenuhnya sadar
Aku bangun perlahan
Mencoba berdiri
Melangkah meski goyah
Tanpa angin
Apalagi gempa
Tanpa apa-apa
Mungkin ada tongkat
Kuangkat mukaku
Menatap langit yang kosong itu
Tanpa apa-apa
Mungkin sedang terbuka
Maghrib aku berdo’a
Tuhan, aku hambamu
Berilah iman didadaku
Yang lama hanyut
Tenggelam dalam tidur
Yang nyenyak dalam ke-tak-bersukuran

28 September 2016

No comments:

Post a Comment