SURAT CINTA UNTUK CAK NUN DAN BANG RENDRA



Cak.. Bang..
Selepas hujan mendarat
Kutulis surat cinta ini
Surat cinta dari yang mengasihi kalian
Mencintai kalian, merindukan kalian

Selepas kucorat-coret wajah kalian
Maaf cak.. maaf Bang..
Sebab dengan apalagi kuejawantahkan rinduku
Aku hanya sebangsamu yang tak menawan
Yang tak seanggun ilmu kalian menyejukkan

Cak.. Bang..
Cak yang sempat kupandang
Bang yang hanya kubelai aksaramu
Ajarkan terus saudaramu ini
Bagaimana kebijaksanaan bertahta dalam hati
Bagaimana cara ber-Tuhan yang romantis
Bagaimana cara berbangsa yang substansi
Bagaimana cara..
Ya cara kalian teduh meneduhkan
Keikhlasan, kesantunan
Dan apalagi samudera kearifan

Cak.. Bang..
Bukan kalian sempurna
Tidak, kalian tak sempurna
Hanya jatuh cintaku kucur tiba-tiba saja
Teladan yang kalian tampakkan
Mungkin kesalehan
Ah, sudahlah
Mataku bukan parameter kebenaran
Tapi setahuku kalian adalah kebenaran
Bentuk kebijaksanaan yang larut
Larut bersama puisi-puisi
Larut bersama orasi-orasi

Cak.. Bang..
Maaf surat cinta yang acakan ini
Sebab aku memang tak romantis
Tak selihai kalian menyajikan kebahagian
Ke-bersukuran, keilmuan
Dan mungkin ke-sufistik-an

Cak.. Bang..
Mungkin begini saja surat cinta ini
Aku takut mereka curiga
Curiga kalau aku sebanarnya tak dikenal kalian
Aku hanya bercinta dengan alam setangkai
Dimana saat ini kita disatukan oleh aku
Aku yang menyamar dalam metafisika
Bertemu kalian, Cak.. Bang..

07 November 2016

No comments:

Post a Comment