ANDAI BUNG KARNO BERKATA KEPADAKU

Andai
Ingat...
Ini andai
Jangan salah paham
Ini andai
Jangan dikira benar
Ini andai
Ingat...
Ini andai
Andai
Camkanlah
Andai

Andai Begini
Andai Bung Karno berkata kepadaku
“Bung Topek!!!
Kenapa kau tak hidup saja sewaktu
Denganku”

Kujawab begini
“aku takut Bung,
Takut kau tahu  bangsatnya diriku
Pada negeri yang runyam ini.
Lihatlah aku Bung!!!
Masih menatap egois
Lupa habbul wathon
Masih pribumi berkepentingan sendiri
Pancasilamu yang kau baca bergetar
Telah kulenyapkan sakralnya.
Lihatlah aku Bung!!!
Fatihah kerap lupa teruntuk kepahlawanan
Yang ditangisi hanya soal pakan
Bukan tergerusnya moral ketimuran.
Di negeri sejuta mimpi
Aku justru sibuk dengan mimpiku sendiri
Dan kau masih ingin sewaktu denganku
Hidup bersama antek-antek pelupa
Lupa persatuan
Lupa pada rahim Ibu Pertiwi
Seakan melarang beranak lagi
Entahlah, Bung!!!
Jangan berharap hidup denganku
Biar tak kucur darah matamu
Meski belum kulihat sejarahmu
Tentang tangisan
Sebab kau pandai menyembunyikan
Bung!!!
Jangan berharap lagi hidup denganku
Biarlah aku hidup tanpamu
Menulis saja yang terjadi
Baca saja puisi-puisiku
Diam-diam
Jangan sampai ada yang tahu
Aku takut dikira gila
Sebab saat ini nasionalis dianggap derita
Candu sejarah katanya
Sudah Bung!!!
Ini rokokku sisa dua batang
Satu untukmu
Satu untukku
Mari nikmati bersama
Pada pertemuan dua waktu yang bisu
Kopiku masih hangat
Kopimu sekan dihilangkan aromanya
Dari negeri lupa ingatan
Minum saja kopiku
Mari kepulkan rokok kita bersama-sama
Biar aku ingat lagi
Bagaimana asap putih melangit perlahan
Melewati ketenangan.
Aku tak sopan bukan
Maka janganlah hidup sewaktu
Denganku yang bajingan.”

Ingat
Andai
Jangan menganggap benar
Camkanlah
Ini hanya andai
Andai saja
Jangan salah sangka
Andai

17 Desember 2016

No comments:

Post a Comment