HARI IBU, AKU INGAT PIJAKAN IBU-KU

Aku lenyap...
Hilang dimakan aspal yang rusak itu
Apalagi musim hujan
Lumpur-lumpur gagah meludahiku
Pak Presiden
Aku melapor dari pijakan Ibu
Bosan kulihat seringai para kantoran itu
Seakan tak tahu apa-apa
Hujan lebat uang gedung kementerian
Akh... sudahlah
Mungkin aku berburuk sangka
Tapi...
Ya aku bosan Pak Presiden
Bosan gaya mereka yang berbodoh bersama
Rokok dihimpit
Kopi di meja
Tertawa menelan ludah kampanye
Pak Presiden
Maaf Pak Presiden
Seharusnya ini hari Ibu
Tapi begitu terlintas
Refleksi hari Ibu aku teringat bumi Ibu-ku
Pungli apalagi Pak Presiden
Ramai disini
Hanya kita sama-sama berlagak tak tahu
Kita berlagak dipolitisi
Yang bawah takut
Yang atas lupa janji
Sumpah dinas
Katanya
Di kata-kata saja
Bagaimana ini Pak Presiden
Bermainlah kesini Pak Presiden
Beri aku uang
Beri kami uang
Kami lapar
Kami ingin membunuh para begal
Yang tak membegal di jalan
Maaf
Bukan keseluruhan
Tapi lihatlah
Tangan-tangan kuasa telah sakti
Semua terkendali dengan rapi
Aku ya hanya tersenyum Pak Presiden
Tak punya jurus
Tak punya ajian mapan
Hanya pada tulisan kusakralkan
Tanah nenek moyangku yang dijajah
Pribumi sendiri lupa diri
Mereka tersangka
Bukan cina
Tema metropolitan itu
Bukan...
Pribumi Pak Presiden
Sudahlah Pak Presiden
Demikian curahan hatiku
Di hari Ibu
Aku ingat pijakan Ibu-ku

Jambesari, 22 Desember 2016

No comments:

Post a Comment