KUNANG-KUNANG SUBUH, KEMANAKAH?

Kemanakah
Mungkin sepanjang jalan telah perkotaan
Kunang-kunang subuh, kemanakah
Apa sudah mati semua
Diracun tangan-tangan elitis-borjouis
Atau dimangsa ke-tak-sengajaan ekosistem alam
Kunang-kunang
Mekar antara gelap gulita
Semasa kecil aku pernah bercinta dengan mereka
Subuh di ibu sungai
Suara dedanuan runtuh perlahan
Ikan-ikan di bawah bulan
Kunang-kunang menggoda sesekali
Sekarang, entah kemana kalian
Sudahkah kalian punah
Kala merdu politikus bernyanyi
Kala pancasila mulai remang di-hati-kan
Kunang-kunang
Sepanjang jalan semak-belukar-nya pertiwi
Dimanakah kalian bersemedi
Tak inginkah jalan-jalan lagi
Menyapa subuh negeri ini
Atau kalian telah benar-benar tiada nyawa menari
Kunang-kunang subuh, kemanakah?
Aku merindukan kalian
Mungil-mungil menawan
Apalagi kini musim hujan
Jalan-jalan setapak licin diseberang
Aku butuh kalian
Mengantarkan pada teduh pandang
Sebab mata kini diprovokasi jutaan kesilauan
Lampion-lampion nista penjajah kemerdekaan
Yang semakin rapi
Semakin eksotis berbalut perjuangan
Berbalut seragam pemerintahan
Hampir tak diduga kebanyakan nasionalis ekstrimis
Bahkan bunuh diri
Kita dicap pemberontak pinggiran
Kaum sandal jepit yang kehilangan kunang-kunang
Kemanakah?
Kunang-kunang subuh
Hampir terbit lagi matahari
Tak ingin dijadikan kuli lagi
Apalagi di negeri sendiri
Kunang-kunang subuh
Sejenak saja sapa kaum kami
Biar elok pertiwi pagi ini

Jambesari,11 Desember 2016

No comments:

Post a Comment