TAHUN ANYAR

Tahun anyar
Anyir jalanan
Knalpot-knalpot makin gahar
Selatan ke utara
Utara ke selatan
Muda makin muda
Tua makin muda
Bayi ikutan muda
Muda-mudi pahamlah kita
Anyar-anyir berkumandang
Semalam bulan diserang petasan
Bulan menangis kesakitan
Tahun anyar
Anyir jiwa
Merayakan dosa-dosa
Atau mungkin merayakan kebersukuran
Tahun anyar
Merintihlah pada aspal-aspal
Pada keramaian di tempat-tempat wisata
Tanyakan untuk apa
Pada diri yang bersemedi dalam bangkai
Bukan salah menyalahkan
Hatimu hatiku
Hati-hati menelisik hati berbeda
Mungkin hatimu pura-pura
Mungkin hatimu pada dasarnya menangis
Bukan ukuran pesta pora
Sebab jaman sekarang
Setan dan malaikat sulit dibedakan
Ini hanya ajakan
Bahkan kepada aku
Yang lupa untuk apa aku merayakan
Tahun anyar
Anyir peluh pagiku
Dalam kamar yang menyaksikan
Tentang perayaan megah
Kultus mendekat kepada kematian
Tahun anyar
Anyir pekaku
Membijaki teka-teki hati
Tentang mereka yang bersimfoni
Di momentum simbolisasi umur bumi
Setelah pagi beranjak mati
Tahun anyar
Anyir puisiku
Diludahi langit yang menghitam
Begitu saban anyar
Semoga kita tak salah tujuan
Sebab mengingat mati
Adalah bentuk pengokohan keimanan
Selamat Tahun Anyar
Anyir dosa jangan dilupakan
Rayakanlah penuh renungan
Hingga senja bahkan malam dilahap doa
Semoga tak banyak korban laka
Tak banyak korban durjana
Amiiinnn......

Jambesari, Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia, 01 JANUARI 2017

No comments:

Post a Comment