TARIAN ANYIR PELUH

Anyir main-main di hidung
Menguap dari lobang-lobang
Keruh sekujur
Pori mekar
Gerimis otak gugur perlahan
Tarian dimulai di pentas kekuningan
Latar putih
Suara hanya lirih-lirih kecut
Nikmatilah
Ini hanya rerumputan sengaja tumbuh
Di savana
Begitu mungkin umpama
Jangan kibarkan kain putih
Lalu tiada
Musim masih panjang
Kecuali anyir peluh berhenti terpancar
Kita pulang
Tarian usai

Jambesari, 15 Maret 2017

SEBAIT CARA MATI

Mati dicinta
Atau mati dibenci
Atau mati difatihah tanpa alasan
Atau mati tanpa di...
Mati ya mati
Pilih satu...
Atau kau tak tahu dirimu
Seperti aku
Hujan, aku kembali

Jambesari, 10 Maret 2017

MERAYAKAN TAWA-TAWA

Kalian adalah tembang ciptaan Tuhan
Dikirim dari kesengajan pertemuan
Merdu sekali aku sukuri
Ingin rasanya selalu kudengar
Tawa-tawa sejadinya siang
Di bawah penat yang ronta
Peluh-peluh tipis kulihat di setiap kening
Dari pelbagai kelahiran rahim-rahim
Berasal dari acakan waktu-waktu
Kalian adalah yang kurayakan
Dengan kebiasaanku mengurai kejadian
Mungkin esok atau rusa atau aku tiada
Tawa-tawa kalian kembali dibaca
Lewat akasaraku yang lahir
Mengalir menjadi air dahaga
Terik siang menyambut hujan biasanya
Di titik bumiku kalian kutulis
Perayaan tentang kejadian manis

Jambesari, 14.14 WIB, 08 Maret 2017

DOA KOPI MAGHRIB; BERSAMA KALIAN

Aku tak meminta kalian menjilat kopi segelas yang akan habis, aku hanya meminta kalian "mari seduh bersama", pahit sama dirasa, manis sama dirasa, jika kopi begitu adanya tanpa yang diharapkan, kita hanya perlu angkat tangan, lalu mintalah permohonan, "Tuhan, tolong berikan kami kopi yang hampir sempurna rasanya, jangan yang terlalu sempurna Tuhan, sebab jika terlalu sempurna kita akan lupa tentang tak sempurnanya kita".

Jambesari, 05 Maret 2017